Gugatan ganti rugi senilai Rp500 miliar (±₩43,1 miliar) yang diajukan agensi ADOR terhadap mantan member NewJeans Danielle serta pihak terkait bikin geger publik dan netizen. Ahli hukum menilai peluang ADOR menang penuh di pengadilan sangat kecil. Detail kasus, angka tuntutan, serta analisis peluang hukum ada di bawah. Kpop Chart – All About K-Pop+1
📌 Sengketa Kontrak & Tuntutan Ganti Rugi
Setelah kontrak eksklusifnya diputuskan oleh ADOR, mantan anggota NewJeans Danielle kini menghadapi gugatan ganti rugi besar atas dugaan pelanggaran kontrak. Agensi yang menaungi grup itu mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul tidak hanya terhadap Danielle, tetapi juga anggota keluarganya dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, menuntut ganti rugi senilai sekitar 43,1 miliar won atau setara ±Rp500 miliar. Kpop Chart – All About K-Pop+1
Menurut pernyataan resmi yang dilaporkan, gugatan ini merupakan respons ADOR atas apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran serius perjanjian kontrak eksklusif, yang dampaknya dinilai merugikan agensi dan merusak stabilitas grup. Gugatan ini juga mencakup penalti kontraktual meskipun jumlah pastinya belum diungkapkan secara detail. IDN Times
Langkah ini langsung bikin heboh fans, media hiburan, dan bahkan pihak pemerintahan karena ukuran angka yang dituntut itu sangat besar dalam standar kasus kontrak artis di Korea Selatan. Kpop Chart – All About K-Pop
⚖️ Reaksi Hukum: Peluang ADOR Menang Dinilai Tipis
Beberapa ahli hukum Korea yang dikutip media menyoroti bahwa walaupun ADOR membuat klaim besar terhadap Danielle, kemungkinan pengadilan menerima tuntutan penuh sebesar 43,1 miliar won sangat kecil — diperkirakan kurang dari 5 %. Kpop Chart – All About K-Pop
Alasan Analisis Ahli:
-
Prinsip Pengadilan soal Ganti Rugi:
Di bawah hukum perdata Korea, pengadilan bisa mengurangi jumlah ganti rugi yang “tidak masuk akal atau berlebihan” berdasarkan kerugian yang dapat dibuktikan secara konkret, bukan sekadar perkiraan masa depan. Pannchoa -
Penekanan pada Kerugian Nyata:
Selama proses hukum, hakim biasanya menilai kerugian riil yang terbukti daripada klaim spekulatif tentang potensi keuntungan yang hilang. Ini sering berujung pada pengurangan signifikan terhadap angka tuntutan awal. KPOP HIT -
Kontribusi Artis:
Kontribusi Danielle dalam kesuksesan NewJeans* juga dapat mengurangi jumlah yang akhirnya diakui pengadilan sebagai ganti rugi karena keberhasilan grup bukan hanya hasil investasi agensi, tetapi juga bakat dan upaya artis itu sendiri. KPOP HIT -
Bukti Tanggung Jawab Pihak Ketiga Lebih Sulit:
Gugatan terhadap keluarga Danielle dan Min Hee Jin dinilai sebagai tantangan besar karena butuh bukti kuat bahwa mereka secara langsung menginstruksikan, mendorong, atau berkonspirasi untuk menyebabkan pelanggaran kontrak. Tanpa bukti itu, klaim terhadap pihak ketiga bisa jadi ditolak. KPOP HIT
Karena faktor‑faktor ini, sebagian analis bahkan memperkirakan jumlah ganti rugi yang benar‑benar dikabulkan pengadilan bisa jauh lebih rendah, mungkin hanya di kisaran ₩1 miliar–₩5 miliar (sekitar Rp12 miliar–Rp60 miliar), bukan nilai penuh yang diajukan ADOR. Kpop Chart – All About K-Pop
🧑⚖️ Reaksi Danielle & Tanggapan Awal
Menanggapi gugatan ini, Danielle cepat menunjuk kuasa hukum untuk mewakili dirinya di pengadilan. Penunjukan ini menunjukkan bahwa pihaknya siap menghadapi proses hukum yang kompleks dan panjang menyusul gugatan besar ini. Koreaboo
Kasus ini diperkirakan akan berkembang seiring berjalannya proses sidang, termasuk kemungkinan pembuktian gugatan, taktik negosiasi, hingga bukti kontrak yang diajukan masing‑masing pihak.
🌍 Dampak di Komunitas & Publik
Tuntutan ganti rugi yang sangat besar ini langsung jadi topik hangat di komunitas fans NewJeans, netizen Korea, dan media hiburan internasional. Banyak penggemar bahkan meminta Kementerian Kebudayaan Korea Selatan untuk turun tangan karena jumlah tuntutan yang dinilai terlalu tinggi dan berpotensi menyalahkan artis secara berlebihan. Kpop Chart – All About K-Pop
Situasi ini juga makin memperuncing perdebatan tentang hubungan antara artis dan agensi di industri K‑pop, terutama soal kontrak eksklusif, penalti pelanggaran, dan hak artis dalam menghadapi perselisihan kontrak. Kasus Danielle vs ADOR sekarang dianggap semacam barometer sensitif soal bagaimana hukum hiburan akan menerjemahkan hubungan bisnis dan artis di masa depan.
